Home Daerah Pengurus Cluster Perumahan Taman Giri Loka BSD Bantah Kabar Kematian Dua Kucing...

Pengurus Cluster Perumahan Taman Giri Loka BSD Bantah Kabar Kematian Dua Kucing Karena Sengaja Diracun

323
0
SHARE
Shelter Kucing Cluster Taman Giri Loka, BSD, Serpong.(ist.)

 

SERPONG, Mediacenterinfo.com – Beredarnya kabar viral di media sosial terkait penemuan kematian beberapa kucing yang diduga diracun pelaku di kawasan perumahan serpong menuai bantahan dari pengurus Cluster Taman Giri Loka, BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Awak media ini menelusuri kabar itu secara langsung di lokasi penemuan yang berada di kawasan perumahan Taman Giri Loka dan bertemu dengan pengurus Cluster dan Sekuriti Cluster Taman Giri Loka, Selasa (22/9).

Ketua Cluster Taman Giri Loka BSD Serpong, Tommy, saat dijumpai media ini mengungkapkan bahwa kabar berita viral yang beredar itu adalah kabar Hoax dan belum ada pihak media yang melakukan konfirmasi sebelumnya kepada pihak pengurus maupun aparat pengamanan kawasan (sekuriti) perumahan Taman Giri Loka.

“Betul ada kucing yang ditemukan mati, ada dua ekor kemarin. Hingga saat ini tidak ada laporan kepada kami dari penghuni kawasan cluster yang mengaku sebagai pemilik kedua kucing itu. Jadi, ini kucing liar yang berkeliaran di kawasan perumahan cluster kami. Dan tidak ada pihak media yang konfirmasi terkait hal ini,” kata Tommy.

Senada dengan Ketua Cluster, Dermawan salah selaku wakil keamanan sekuriti yang mengetahui kronologis penemuan jasad kedua kucing, menjelaskan bahwa sejak ditemukannya jasad kedua kucing pada jam 10.00 WIB, Rabu (16/9) hingga saat ini belum ada pihak penghuni cluster yang melaporkan kehilangan kucing miliknya.

“Belum ada yang melaporkan kepada pihak sekuriti cluster sebagai pemilik kucing tersebut hingga saat ini. Ini kucing liar yang bermain di kawasan cluster,” ungkap Dermawan.

Dugaan Kematian Kucing Karena Akibat Diracun

Saat disinggung hal kematian kedua kucing di kawasan Cluster Taman Giri Loka, yang diduga akibat diracun pelaku yang tak bertanggung jawab, Ketua Cluster Taman Giri Loka menyatakan bahwa hal itu hoax. Pasalnya pernyataan itu diyakini tidak betul karena ada komunitas pencinta kucing (pet lover) di perumahan cluster ini.

Bahkan ada shelter khusus kucing yang dibangun oleh warga perumahan, agar kucing liar atau kucing lepas yang belum ada pemiliknya bisa ditampung dan dirawat oleh pecinta hewan (kucing).

“Itu kabar Hoax. Saya tidak yakin jika ada warga sini yang tega membunuh kedua kucing itu. Kita semua hidup rukun dan harmonis termasuk menjaga binatang piaraan dengan baik. Kami punya shelter kucing di cluster ini. Untuk menampung kucing-kucing yang lepas atau hilang dan belum ada pemiliknya yang mengakui di cluster, kita,” tegasnya.

Sementara pihak sekuriti menduga ada kemungkinan adanya perilaku kucing yang mengejar dan memakan tikus di jalan atau area pertamanan, dimana tikus itu telah memakan racun tikus. Akibatnya berujung kematian bagi kucing.

Ditambahkan pula, bahwa adanya hujan buatan yang membawa material abu vulkanik beberapa hari lalu yang turun di wilayah Serpong, diduga pula menjadi sebab kematian kucing. Pasalnya, air hujan yang mengandung zat kimia dan abu vulkanik telah diminum oleh kucing, seperti adanya kabar di beberapa wilayah lain. Dimana netizen menyampaikan telah terjadi kematian kucing secara mendadak.

“Kedua kucing itu telah dikuburkan kemarin di area kawasan Cluster,” pungkasnya.

Melalui media ini, Ketua Cluster menghimbau agar para warga penghuni cluster Taman Giri Loka agar melaporkan hal-hal yang dianggap penting kepada pihak pengurus cluster dan sekuriti sehingga dapat mencegah adanua informasi Hoax yang dapat menganggu ketentraman warga.

Selanjutnya, diharapkan agar pihak media dihimbau sekiranya berkenan lebih dulu dapat melakukan konfirmasi peristiwa itu kepada pengurus cluster demi keharmonisan semua pihak yang telah terjalin baik selama ini. Pihak pengurus sangat terbuka dan menyambut baik adanya konfirmasi terkait berita viral peristiwa kematian kucing diduga diracun pelaku.(boy)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here