Home Ekonomi Tim PkM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Jakarta Gelar Pelatihan Literasi...

Tim PkM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Jakarta Gelar Pelatihan Literasi Digital dan Pemanfaatan AI di SMPN 206 Jakarta Barat

18
0
SHARE
Narasumber GELIDA, Siti Maesaroh, S.Kom., M.T.I. sedang menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di Kelas.(ist.)
Peserta pelatihan dari UMKM Florist langsung praktik setelah materi disampaikan.(ist.)
Para narasumber dan peserta pelatihan berfoto bareng di ruang kelas.(ist.)

JAKARTA, Mediacenterinfo.com – Dalam upaya meningkatkan literasi digital dan kesadaran
masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara aman dan
bertanggung jawab, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Jakarta menggelar Pelatihan Literasi Digital dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang bertajuk “Membangun Kesadaran Masyarakat Melalui Literasi Artificial Intelligence yang Aman dan Bertanggung Jawab” di SMPN 206 Jakarta, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (29/6/2026).

Tim PkM terdiri dari Dosen dan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mercu Buana Jakarta. Kemudian pesertanya berasal dari jajaran pimpinan sekolah, tenaga pendidik, perwakilan pelaku UMKM setempat, mahasiswa dan masyarakat sekitar. Gelaran Pelatihan ini berlangsung selama satu hari, pada hari Senin, 29 Juni 2026, mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Tampak para peserta sangat antusias mengikuti pemaparan dosen pemateri yang dimulai dari sesi pemaparan, diskusi interaktif dan pelatihan praktik langsung menggunakan perangkat komputer yang telah disiapkan.

Enam Program Unggulan yang dihadirkan

Dalam kegiatan ini, tim PkM menghadirkan enam program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan literasi digital masyarakat secara menyeluruh, mulai dari keamanan informasi hingga pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi, yaitu:

1. Gerakan Literasi Digital Aman (GELIDA): Pemberdayaan Masyarakat dalam Menangkal
Hoaks, Penipuan Online, dan Cyberbullying.
Program ini mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi di dunia maya, mengenali ciri-ciri penipuan daring, serta membangun kesadaran bersama dalam mencegah perundungan siber.
(Narasumber: Siti Maesaroh, S.Kom., M.T.I.)

2. Pemanfaatan Website UMKM dalam Mengelola Order dan Administratif bagi UMKM Florist di Kecamatan Kembangan. Program ini memberikan pelatihan kepada pelaku usaha florist agar mampu mengelola pemesanan dan
administrasi usaha secara digital, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien dan tertata. (Narasumber: Nia Rahma Kurnianda, S.Kom., M.Kom.)

3. Peningkatan Kesadaran Keamanan Data dan Transaksi pada Penggunaan E-Commerce. Materi ini berfokus pada edukasi keamanan data pribadi dan transaksi digital bagi masyarakat yang aktif berbelanja maupun berjualan melalui platform e-commerce. (Narasumber: Yunita Sartika Sari, S.Kom., M.Kom.)

4. Pelatihan Membuat Poster dan Sertifikat dengan Bantuan AI. Peserta diajak untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam mendesain poster dan sertifikat secara praktis, kreatif, dan efisien. (Narasumber: Ifan Prihandi, S.Kom., M.Kom.)

5. Edukasi Pemanfaatan Teknologi Enkripsi pada Dokumen Digital. Program ini memperkenalkan pentingnya enkripsi guna melindungi kerahasiaan dan keamanan dokumen digital dari ancaman kebocoran data. (Narasumber: Roy Mubarak, S.T., M.Kom.)

6. PkM Mahasiswa Berdampak: Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran Masyarakat dan
Pemberdayaan Tutor melalui Kompetensi Kelas Daring dalam Rangka Meningkatkan BCP KBM. Program ini menyasar penguatan kompetensi tutor dalam mengelola kelas daring guna mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (Business Continuity Plan/BCP KBM) di tengah tantangan digitalisasi pendidikan. (Narasumber: Budi Darmawan)

Antusiasme Peserta dan Dampak Kegiatan
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif, mulai dari pemaparan materi mengenai risiko dan tantangan AI — termasuk isu hoaks dan disinformasi, pencurian identitas, bias dan diskriminasi algoritma, hingga privasi
data — yang disampaikan di ruang kelas, hingga sesi praktik langsung di laboratorium komputer sekolah.

Peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi dan mencoba langsung berbagai aplikasi berbasis AI, serta berdiskusi mengenai penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun usaha yang mereka jalankan.(red.)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here