
BOGOR, Mediacenterinfo.com (MCI) – ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐ผ๐ฟ๐ฑ๐ถ๐ป๐ฎ๐๐ผ๐ฟ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฃ๐ผ๐น๐ถ๐๐ถ๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป (๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐ธ๐ผ ๐ฃ๐ผ๐น๐ธ๐ฎ๐บ) ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ผ๐ฟ๐ผ๐ป๐ด ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ป๐ธ๐ฟ๐ผ๐ป๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ท๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป/๐น๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐น๐ถ๐ป๐ฑ๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ ๐บ๐ถ๐ด๐ฟ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐ฑ๐ผ๐ป๐ฒ๐๐ถ๐ฎ (๐ฃ๐ ๐), ๐ธ๐ต๐๐๐๐๐ป๐๐ฎ ๐๐ป๐ฎ๐ธ ๐๐๐ฎ๐ต ๐๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐น (๐๐๐), ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฎ๐๐ถ๐ณ๐ถ๐ธ, ๐ข๐๐ฒ๐ฎ๐ป๐ถ๐ฎ, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ณ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ธ๐ถ ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ธ๐ผ ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ ๐ฒ๐ธ๐๐ฝ๐น๐ผ๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐น๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ต๐ฎ๐ธ.
Hal tersebut disampaikan ๐๐๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐๐ฒ๐ฝ๐๐๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ฃ๐ฎ๐๐ถ๐ณ๐ถ๐ธ, ๐ข๐๐ฒ๐ฎ๐ป๐ถ๐ฎ, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ณ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐ธ๐ผ ๐ฃ๐ผ๐น๐ธ๐ฎ๐บ, ๐ ๐ฎ๐ฟ๐๐บ๐ฎ ๐ง๐ก๐ ๐ฃ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐บ๐ฒ๐ป๐ด, dalam Rapat Koordinasi (rakor) Penajaman dan Sinkronisasi Kebijakan Penguatan, Penempatan, dan Pelindungan PMI ABK di Kawasan Pasifik, Oseania, dan Afrika pada Rabu (15/4/2026).
Parimeng menjelaskan, rakor ini bertujuan menajamkan identifikasi isu strategis sekaligus menyelaraskan pemahaman lintas kementerian/lembaga terkait penempatan dan pelindungan PMI, khususnya ABK, agar lebih terintegrasi.
โKita ingin memastikan kebijakan yang diambil tidak berjalan sektoral. Kalau ini dibiarkan, yang dirugikan adalah masyarakat karena penanganannya tidak maksimal,โ ujar Parimeng.
Ia menambahkan, penguatan pelindungan PMI merupakan tanggung jawab negara sekaligus bagian dari strategi diplomasi dan ketahanan nasional, sejalan dengan prioritas pembangunan dalam ๐ฅ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ ๐ ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ต ๐ก๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น (๐ฅ๐ฃ๐๐ ๐ก) ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑโ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐๐ถ ๐๐ป๐ฑ๐ผ๐ป๐ฒ๐๐ถ๐ฎ ๐๐บ๐ฎ๐ ๐ฎ๐ฌ๐ฐ๐ฑ.
Dalam rakor tersebut, sejumlah persoalan krusial turut diidentifikasi, antara lain belum terintegrasinya data ABK secara nasional, tumpang tindih kewenangan antarinstansi, serta belum optimalnya pengawasan dan pemenuhan standar perlindungan.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti maraknya praktik ilegal oleh manning agency (agen awak kapal) dan broker, serta kompleksitas penanganan kasus lintas yurisdiksi yang melibatkan negara bendera kapal (flag state) dan negara pelabuhan (port state).
Rakor ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dan terukur, termasuk penguatan integrasi data, harmonisasi regulasi, serta peningkatan koordinasi lintas sektor, guna memastikan pelindungan PMI, khususnya ABK, berjalan lebih optimal dan terpadu.
Rakor yang dilaksanakan secara hybrid tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ต๐๐ฏ๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป, ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐๐๐ฎ๐ฟ ๐ก๐ฒ๐ด๐ฒ๐ฟ๐ถ, ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐น๐ถ๐ป๐ฑ๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ ๐ ๐ถ๐ด๐ฟ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐ฑ๐ผ๐ป๐ฒ๐๐ถ๐ฎ, ๐๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐๐ธ๐ฟ๐ถ๐บ ๐ฃ๐ผ๐น๐ฟ๐ถ, ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐๐ฒ๐ป๐ฎ๐ด๐ฎ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐ฎ๐ป, ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฒ๐ธ๐ฟ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ ๐ก๐ฒ๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ, ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ฑ๐ฒ๐บ๐ถ๐๐ถ. (Boy/Okta)







