SULAWESI UTARA, Mediacenterinfo.com (MCI) โ ๐๐ถ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฟ๐ผ๐๐ถ๐ป๐๐ถ ๐ฆ๐๐น๐ฎ๐๐ฒ๐๐ถ ๐จ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ (๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฟ๐ผ๐ ๐ฆ๐๐น๐๐), ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ท๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฟ ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ป๐ท๐๐ธ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฎ๐ถ๐ธ, ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ๐ถ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ต๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐๐ฎ๐ป ๐ธ๐๐ฎ๐: ๐ฑ๐ถ๐๐ถ๐ฝ๐น๐ถ๐ป ๐ณ๐ถ๐๐ธ๐ฎ๐น ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ๐ป๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฐ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ธ๐ผ๐ป๐๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐บ๐ฎ๐บ๐ฝ๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐บ๐ฒ๐๐ถ๐ป ๐๐๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐๐บ๐ฏ๐๐ต๐ฎ๐ป ๐ฒ๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐น๐ถ๐ด๐๐ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ต๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฎ๐๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐.
Di bawah kepemimpinan ๐๐๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ป๐๐ฟ ๐ ๐ฎ๐๐ท๐ฒ๐ป ๐ง๐ก๐ ๐ฌ๐๐น๐ถ๐๐ ๐ฆ๐ฒ๐น๐๐ฎ๐ป๐๐ ๐๐ผ๐บ๐ฎ๐น๐ถ๐ป๐ด, ๐ฆ.๐., arah pengelolaan keuangan daerah bergerak lebih tegasโbukan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah belanja menghasilkan dampak nyata.
Realisasi pendapatan daerah yang mencapai Rp3,65 triliun (96,38 persen) dan belanja Rp3,32 triliun (91,36 persen) menunjukkan kinerja fiskal yang terjaga. Namun yang lebih penting, kualitas belanja mengalami pergeseran signifikan. Tingginya realisasi belanja modal hingga 94,06 persen menandakan keberanian pemerintah daerah untuk memprioritaskan investasi jangka panjang, terutama pada infrastruktur dan pelayanan publik.
Kebijakan efisiensi yang dijalankan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tidak berhenti pada penghematan administratif. Pemerintah provinsi justru menggunakannya sebagai instrumen strategis untuk memangkas kegiatan seremonial dan non-prioritas, sekaligus mengalihkan anggaran pada sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam perspektif kebijakan publik, langkah ini mencerminkan pergeseran dari โspending orientedโ menuju โimpact oriented budgetingโโsebuah pendekatan yang selama ini menjadi tantangan banyak daerah.
Dari sisi neraca, penguatan fiskal terlihat semakin nyata. Lonjakan aset menjadi Rp11,87 triliun, disertai penurunan kewajiban menjadi Rp847 miliar dan peningkatan ekuitas hingga Rp11,02 triliun, menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya sehat dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Namun legitimasi utama dari keberhasilan fiskal tidak terletak pada laporan keuangan,melainkan pada dampaknya terhadap masyarakat. Di titik ini, Sulawesi Utara mencatat capaian yang sulit diabaikan.
Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,66 persenโmelampaui rata-rata nasional. Inflasi terkendali pada 1,23 persen, memberikan ruang stabilitas bagi daya beli masyarakat. Lebih jauh, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,62 persen, terendah di kawasan Sulawesi.
Korelasi antara disiplin fiskal dan capaian makro tersebut menunjukkan bahwa kebijakan anggaran tidak berjalan dalam ruang hampa, melainkan terhubung langsung dengan dinamika ekonomi riil.
Kepemimpinan Gubernur YSK dalam konteks ini menjadi faktor kunci. Konsistensi dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi pembangunan dan kehati-hatian fiskal menciptakan fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
Tantangan ke depan tentu tidak ringan.
Ketidakpastian ekonomi global, dinamika fiskal nasional, serta tuntutan peningkatan pelayanan publik akan menguji ketahanan model pengelolaan yang ada. Namun, dengan arah kebijakan yang telah terbentukโyakni efisiensi, produktivitas belanja, dan penguatan basis pendapatanโSulawesi Utara memiliki modal yang cukup untuk menjaga momentumnya.
Pada akhirnya, keberhasilan ini menegaskan satu hal: ketika anggaran dikelola dengan disiplin, diarahkan dengan visi yang jelas, dan dijalankan secara konsisten, maka fiskal daerah bukan sekadar instrumen administratif, melainkan alat transformasi pembangunan.
Dan di Sulawesi Utara, transformasi itu kini terlihat nyata.
[ ๐๐ด๐ฝ๐ช๐ฟ๐ฒ๐ช๐ท๐พ๐ผ.๐. ]







