

Sulawesi Utara, Mediacenterinfo.com ( MCI ) โ๐ฆ๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ถ๐ฝ๐๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐๐๐ฏ๐๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐๐๐ฎ๐ป ๐ช๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ป๐ฑ๐ผ๐ป๐ฒ๐๐ถ๐ฎ (๐ฃ๐ช๐) ๐ฆ๐๐น๐ฎ๐๐ฒ๐๐ถ ๐จ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ. ๐ช๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ๐๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฒ๐น๐ฒ๐๐ถ๐๐ถ ๐ป๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น, ๐ฆ๐ถ๐ป๐๐๐ฎ ๐ก๐ถ๐ฑ๐๐ฎ ๐๐ต๐ฟ๐ถ๐๐๐ถ๐ป ๐๐ผ๐ท๐ผ๐ต, ๐ฟ๐ฒ๐๐บ๐ถ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ณ๐๐ฎ๐ฟ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐ฐ๐ฎ๐น๐ผ๐ป ๐๐ฒ๐๐๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ ๐ฆ๐๐น๐๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ผ๐ฑ๐ฒ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒโ๐ฎ๐ฌ๐ฏ๐ญ, ๐๐ฎ๐บ๐ถ๐ (๐ญ๐ต/๐ฏ/๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ), ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐๐ผ๐ฟ ๐ฃ๐ช๐ ๐ฆ๐๐น๐๐, ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ฑ๐ถ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป, ๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ฑ๐ผ. ๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐บ๐ฝ๐๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฎ๐ท๐ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ธ๐ผ๐ป๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ ๐ฝ๐ฟ๐ผ๐๐ถ๐ป๐๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ฏ๐๐.
Kehadiran Sintya sekitar pukul 14.00 WITA langsung menyedot perhatian publik dan insan pers. Tidak hanya karena statusnya sebagai satu-satunya kandidat perempuan, tetapi juga penampilannya yang mengenakan busana adat Kabasaranโsimbol keberanian, keteguhan, dan semangat membela kebenaran.
Didampingi puluhan pendukung, termasuk sejumlah wartawan yang turut mengenakan atribut Kabasaran, kehadiran Sintya memberi pesan kuat tentang perlawanan terhadap stagnasi organisasi serta komitmen menjaga independensi pers di Sulawesi Utara.
Dikutip dari ProNews5.com, dalam pernyataannya, perempuan asal Minahasa itu menegaskan kesiapan bertarung dengan kandidat lain yang didominasi pria. Ia mengusung visi perubahan dengan menitikberatkan pada pembenahan organisasi dan perjuangan terhadap hak-hak anggota yang selama ini dinilai terabaikan.
โKalau saya terpilih nanti, saya akan menjadi pemimpin yang memperjuangkan hak-hak anggota, mengayomi, menjaga marwah organisasi, serta membesarkan dan memperjuangkan kepentingan insan pers,โ tegas Sintya.
Ketua Steering Committee (SC) PWI Sulut, Jemmy Senduk, mengonfirmasi bahwa Sintya merupakan figur perempuan pertama yang mendaftar sebagai calon Ketua PWI di tingkat provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
โIni patut diapresiasi. Kehadiran perempuan dalam kontestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PWI Sulut,โ ujarnya.
Secara nasional, fenomena ini juga tergolong langka. Hingga saat ini, belum banyak perempuan yang tampil dan mencalonkan diri sebagai Ketua PWI di tingkat provinsi. Karena itu, pencalonan Sintya dinilai berpotensi mencetak sejarah baru di organisasi pers tertua di Indonesia tersebut.
Dalam dinamika bursa calon, Sintya tercatat sebagai pendaftar keempat setelah sejumlah nama seperti John W. Paransi, Raymon Wowor, Faruk Langaru, dan Dr. Merson Simbolon. Panitia menyebut proses pendaftaran masih dibuka hingga Kamis (19/3/2026) pukul 00.00 WITA.
โSteering Committee masih menunggu hingga batas waktu malam ini. Ini hari terakhir pendaftaran,โ tambah Jemmy.
Dengan latar belakang panjang di dunia jurnalistik, Sintya membawa pengalaman dari berbagai media, mulai dari reporter TV5 Dimensi (2011), Kompas TV (2018), hingga SCTV (2019), serta aktif di media daring sejak 2019 hingga sekarang.
Momentum ini tidak hanya menjadi pertarungan kandidat, tetapi juga ujian arah masa depan organisasi PWI Sulut, apakah akan tetap berjalan dengan pola lama atau berani bertransformasi melalui kepemimpinan baru yang lebih inklusif dan progresif.(Okta)







