


MCI.com, Serpong – Mendidik siswa agar memiliki nilai dan pengalaman wirausaha sejak dini kembali diwujudkan Stella Maris School BSD dalam acara yang bertajuk Entrepreneur Week 2026, bertema Entrepreneurship for Better Future, di Stella Maris School BSD, yang berada di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, pada Sabtu (14/2/2026) pagi.
Selama satu minggu rangkaian Entrepreneur Week 2026, telah diikuti para siswa dari unit TK (Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas), yang didampingi guru-guru dan orang tua.
Para siswa mengikuti Lomba-Lomba yang disiapkan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kewirausahaan dalam diri setiap siswa. Seperti Lomba TK, meliputi lomba kreasi makanan/minuman dari bahan alam, mencari koin dan kreasi robot. Lalu lomba SD, antara lain Mini Inventor, Pitching dan 3D fashion illustration (kelas 1 – 6). Kemudian ada lomba SMP berupa Edupreneur (innovation challenge) dan lomba SMA yaitu beadlab creativepreneur challenge. Tak mau ketinggalan, para orangtua murid juga mengikuti lomba kreativitas dari pakaian tidak terpakai dan Familly Fun Walk.
Tampak suasana gelaran Entrepreneur Week 2026 Stella Maris School BSD dipenuhi stand produk dan ada panggung hiburan yang penuh sukacita, semangat dan seru.

Hal ini mendapat apresiasi dari Head of National School Stella Maris BSD, Uning Widiastuti Anastasia, yang nampak semangat dan bangga kepada para guru, anak-anak didik terkasih dan orangtua murid. Dalam sambutannya di atas panggung saat pagi hari, Uning menyampaikan rasa syukur atas kebaikan Tuhan dan berharap para siswa makin percaya diri setelah satu minggu mengikuti rangkaian kegiatan Entrepreneur Week 2026.
“Selamat pagi. Semangat pagi. Para Ibu, Bapak, Orang tua yang terkasih, partner setia kami, dan anak-anak semuanya, serta vendor-vendor yang ikut dalam acara hari ini. Kita bersyukur karena hari ini Tuhan memberikan kebaikan untuk menjadi Entrepreneur yang baik. Semoga pengalaman selama satu minggu ini, memberikan kepercayaan diri kepada kalian untuk lebih kreatif dan inovatif supaya kamu bisa survive dalam kehidupan kalian,” kata Uning.
“Proficiat untuk Ibu, Bapak, Orang tua yang dengan penuh cinta dan sukacita serta kesabaran mendampingi putra-putri berkembang di Stella Maris ini. Semoga program kami sungguh menyiapkan anak-anak kita menjadi pemenang di masa depan. Terima kasih untuk Bu Friz, Bu Sisil, Bu Yeni dan Bu Pauline yang sudah bertanggung jawab membimbing anak-anak murid dalam membuat produk turunan ecoenzim, menawarkan produk yang tadinya jumputan dibuat dompet, tas, totebook, dan produk kreatif lainnya dari bahan alam dan bahan bekas,” tambahnya.
Uning juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) yang diwakili oleh Sugeng,S.Pd., Kepala Seksi Kesenian/Kebudayaan, dan Adi Santoso, S.E.,M.M. selaku Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, serta para pengawas yang hadir antara lain Neni Handayani, S.Pd., M.Pd. dari Dinas Dikbud Propinsi Banten dan Iwan Budiawan dari Dinas Dikbud Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Dikbud Kota Tangerang Selatan, Sugeng, mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan memberikan support agar gelaran Entrepreneur Week tetap dipertahankan, bahkan lebih ditangkatkan lagi.
“Kegiatan Entrepreneur ini sangat luar biasa. Kami support agar setiap tahun masih dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Sugeng.
Diakuinya bahwa dalam kesempatan berkeliling meninjau stand produk dari murid dan orang tua, nampak jelas orang tua, murid dan guru benar-benar saling bekerjasama.
Senada, Adi Santoso pun mengapresiasi event Entrepreneur Week Stella Maris School BSD. “Sungguh luar biasa, menumbuhkan ide kreatif mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Banyak yang menarik, mulai TK sudah belajar menjual produk bersama orang tuanya, dari SD sudah membuat ide-ide kreatif, bahkan tadi juga saya lihat itu teman-teman dari SMA, dia keliling untuk menjual produknya,” ujar Adi sapaan akrab Adi Santoso.
Terkait Pendidikan entrepreneurship di Stella Maris School BSD, Adi mengungkapkan bahwa pendidikan entrepreneurnya sangat bagus. Ia menjelaskan, Dinas Koperasi dan UKM memiliki program entrepreneurship yang akan bekerjasama dengan dunia pendidikan di Tangerang Selatan.
“Kami ada program Entrepreneur Hub dan Inkubator. Ke depan kami akan mengundang sekolah SMK dan SMA baik swasta maupun negeri dan Perguruan Tinggi, untuk mengadakan FGD terkait entrepreneur,” jelasnya.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang persiapan dan pelaksanaan kegiatan Entrepreneur di Stella Maris School BSD, media ini menjumpai ketua panitia, Maria Dewi Srihariati Krisnaputri, yang berada di tempat acara berlangsung.

Ketua panitia Maria sapaan akrab Maria Dewi Srihariati Krisnaputri mengungkapkan bahwa semua siswa dari unit TK, SD, SMP dan SMA wajib mengikuti kegiatan ini. Pasalnya, gelaran acara entrepreneur week ini adalah puncak aplikasinya dari pelajaran entrepreneur yang dimulai dari unit TK hingga SMA.
Murid-murid Stella Maris School BSD dibimbing untuk memahami nilai-nilai entrepreneur seperti pantang menyerah, kreatif, inovatif, disiplin dan berani.
“Kegiatan ini adalah puncak dari kegiatan entrepreneur selama semester ini, yang sudah dilakukan anak-anak murid dengan menampilkan pengalaman praktek wirausaha dan produknya dalam perlombaan selama seminggu. Ini adalah salah satu wadah untuk aplikasi entrepreneur yang telah diajarkan. Dalam kegiatan ini ada yang bertugas menjadi marketing, kasir, pramuniaga,” ujar Maria.
Maria berharap bahwa kedepannya kegiatan ini dapat terus berjalan dan pendidikan entrepreneur dapat membuat anak-anak murid terus berkembang dan akan memudahkan mereka di masa depannya.
Dukungan orang tua murid
Peran serta dan dukungan orang tua sangat besar dalam kegiatan entrepreneur week 2026 Stella Maris School BSD. Orang tua telah ikut serta mendampingi sejak awal persiapan hingga puncak penampilan dalam kegiatan ini.
Komite sekolah juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan ide kreatif dalam menampilkan produk dan ikut membeli hasil karya anak-anak murid. Tentu saja, hal ini memberikan rasa nyaman dan percaya diri bagi anak-anak murid dengan adanya pendampingan orang tua murid masing-masing.

Salah satu orang tua murid, Harry Widyatmoko, yang putranya ada kelas tiga turut hadir memberikan semangat kepada putranya yang sedang menawarkan produk ecobriks, bangku kecil hasil daur ulang dari botol aqua, ecoenzim yaitu daur ulang sampah organik, pembatas buku dan goody bag.
Harry merasa bersyukur bahwa putranya dapat menempuh pendidikan di sekolah entrepreneur seperti Stella Maris School BSD. Apalagi nampak putranya begitu bersemangat dan senang bersama teman-temannya. Hal ini sesuai dengan harapannya sebagai orang tua.
“Saya lihat ada potensi anak dalam critical thinking terhadap hal-hal yang dapat dilihat anak sebagai sebuah peluang usaha. Dengan pendidikan entrepreneur ini kita lihat membantu anak mulai dari hal-hal kecil dulu, seperti menghasilkan barang, bisa menjual, tahu bagaimana cara menghitung uang, pendapatan dan modalnya berapa. Jadi itu cukup membantu anak-anak,” ungkap Harry.
Satu kata dari Harry untuk pendidikan, khususnya pendidikan entrepreneur di Stella Maris School BSD, “Sesuai ekspektasi.”
Selain Harry, media ini berjumpa dengan Dave Christian yang kedua anaknya bersekolah di Stella Maris School BSD. Pria berdarah manado ini turut mendampingi kedua anaknya, yang duduk di kelas 5 SD dan 3 SMP.
Dave sapaan akrab Dave Christian, mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan di Stella Maris School BSD, khususnya pendidikan entreprenuer sejak dini sangat bagus bagi anak-anak murid. Tentu saja sebagai orang tua, ia sangat bersyukur dan memuji kualitas pendidikan yang bagus ini.
“Adanya pendidikan ini (entrepreneur) bisa dirasakan kami (Orang tua), anak-anak jadi lebih mandiri dan bersosialisasi dengan teman-teman lebih baik lagi. Menurut saya, event ini sangat baik. Di sini orang tua, anak-anak murid, dan guru berkumpul dan bisa saling kenal juga ya,” kata Dave.

Lebih lanjut Dave menilai bahwa kegiatan entrepreneur ini sangat baik untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur pada anak.
“Anak-anak diajarkan juga bagaimana mereka ke depannya bukan hanya jadi pekerja tapi bisa menjadi orang yang dapat membuka lapangan kerja. Jadi udah diajarkan jiwa entrepreneur,” ujarnya.
Satu kata dari Dave untuk Stella Maris School BSD, “Keren.”
Tanggapan anak-anak murid
Entrepreneur Week 2026 menjadi ajang puncak pendidikan entrepreneur bagi anak-anak murid di semester ini. Berbagai produk dan latihan pelayanan dipraktikkan dalam acara ini. Bagaimana tanggapan anak-anak murid?
Media ini berjumpa dengan salah satu murid, yang biasa dipanggil Atmaro, duduk di kelas delapan tiga. Atmaro yang baru saja mengikuti kegiatan Family Fun Walk mengungkapkan bahwa kegiatan Entrepreneur ini dirasakan sangat seru dan menarik.
“Seru sih. Menurut saya, yang menarik itu pelajaran pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship). Ya saya jadi tau cara berbisnis, keuntungan dan kerugian, serta dapat pengalaman bisnis,” ujarnya.
Atmaro bersama ketua timnya yaitu Dave sapaan akrab Nicholas Dave, membuat produk yang diberi nama Pro Book sekaligus menyusun rencana bisnisnya.
“Pro Book itu semacam buku catatan yang ada kameranya, dimana catatan akan di-scan dan langsung muncul di layar, kemudian dirangkum sama AI yang sudah dimasukkan ke dalam bukunya. Lumayan juga bikinnya. Harga jual sekitar sembilan ratus ribu rupiah dan bisa dipakai berulang-ulang,” jelas Dave.
Selanjutnya, media ini berjumpa lagi dengan salah satu murid kelas lima SD, Cornelius Adipati, biasa dipanggil Onel, yang membuat produk daur ulang botol plastik aqua, yang disebut kursi ecobriks, pembatas buku, totebag dan cairan cuci tangan ecoenzim.
Onel langsung menjelaskan kursi briks kepada media ini bahkan diminta untuk uji coba langsung duduk di kursi briks. Dengan lancar dan berani, Onel menjelaskan proses pembuatan kursi briks dan perhitungan bisnisnya. Kursi ecobriks ini cukup kuat dan mampu menopang berat badan orang dewasa sekira 60 -100 kg.
“Tester aja kursi ecobriksnya. Duduk aja. Kuat kok. Harganya lima puluh ribu, trus modalnya dua puluh ribu,” jelas Onel percaya diri.
Onel merasa senang dapat pelajaran entrepreneur dan suasana bermain dalam bekerja sama teman-teman.
“Harapannya ada lagi tahun depan. Dapet ilmu dan ada bermainnya. Jadi asik aja,” tandasnya.
Selanjutnya, ada Joshua Andrew Moroki, murid kelas lima B yang membuat Totebag. Totebag adalah tas dengan foto yang customize, dengan modal tiga puluh ribu dan dijual seharga lima puluh ribu rupiah. Proses pembuatannya hanya berlangsung sekira satu jam saja.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman menarik menjadi murid di Stella Maris School BSD, antara lain bisa belajar wushu dan basket.
“Senang belajar di sini (Stella Maris School BSD). Di sini ada saling membantu, saling menghargai dan tidak ada berantem-beranteman,” kata Josh.
Tim Josh membuat sekira sepuluh totebag dan laku dijual. Ia senang karena orang tuanya (papa dan mama) ikut hadir mendampinginya.
“Papa mama support juga. Pesan papa mama, kalau di kelas harus sering fokus, tidak mengganggu orang dan tidak berbuat sesuatu yang jahat,” aku Josh.
Satu kata dari Josh untuk Stella Maris School BSD, “keren.” Sesuai dengan motto Stella Maris School sebagai school of future entrepreneurs.
Acara Entrepreneur Week 2026 Stella Maris School BSD dengan tema Entrepreneur for Better Future, berlangsung dengan lancar dan cuaca cerah, serta suasana penuh sukacita dan bahagia.(boy)







