
JAKARTA, Mediacenterinfo.com (MCI) – 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗦𝘂𝗹𝗮𝘄𝗲𝘀𝗶 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮, 𝗠𝗮𝘆𝗷𝗲𝗻 𝗧𝗡𝗜 (𝗣𝘂𝗿𝗻) 𝗬𝘂𝗹𝗶𝘂𝘀 𝗦𝗲𝗹𝘃𝗮𝗻𝘂𝘀 𝗞𝗼𝗺𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴, 𝗦.𝗘., terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan penambang rakyat di Sulut. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan 𝗣𝗧 𝗔𝗻𝗲𝗸𝗮 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗯𝗸 (𝗔𝗻𝘁𝗮𝗺).
Pertemuan antara Gubernur Ysk dan jajaran direksi Antam yang digelar di Jakarta pada Jumat (10/4/2026), diterima langsung oleh Direktur Utama PT Antam 𝗟𝗲𝘁𝗻𝗮𝗻 𝗝𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝗮𝗹 𝗧𝗡𝗜 (𝗣𝘂𝗿𝗻.) 𝗨𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗕𝘂𝗱𝗶𝗵𝗮𝗿𝘁𝗼 membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait penguatan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan skema penyerapan hasil tambang masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Ysk menegaskan pentingnya kehadiran negara melalui kemitraan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk memastikan hasil tambang rakyat mendapatkan harga yang layak dan transparan.
“Kita ingin penambang rakyat tidak lagi dirugikan. Hasil tambang mereka harus dihargai sesuai standar, termasuk mengacu pada 𝘀𝘁𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿 𝗶𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗟𝗼𝗻𝗱𝗼𝗻 𝗕𝘂𝗹𝗹𝗶𝗼𝗻 𝗠𝗮𝗿𝗸𝗲𝘁 𝗔𝘀𝘀𝗼𝗰𝗶𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 (𝗟𝗕𝗠𝗔),” ujar Gubernur Ysk.
Selain itu, kerja sama dengan Antam juga diarahkan pada dukungan teknis dan edukasi bagi para penambang, agar aktivitas pertambangan dapat dilakukan secara lebih baik, aman, dan berkelanjutan.
Pihak Antam, lanjutnya, diharapkan dapat berperan dalam membantu pemerintah daerah, baik dalam aspek pembelian hasil tambang maupun peningkatan kapasitas penambang melalui pendampingan.
𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗶𝗻𝗶, 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗸𝗻𝗶𝘀 𝘁𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝗿𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝘁𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝗱𝗶𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝘁𝗶𝗺 𝗮𝗵𝗹𝗶 𝗔𝗻𝘁𝗮𝗺 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗗𝗶𝗻𝗮𝘀 𝗘𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 𝗗𝗮𝘆𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗲𝗿𝗮𝗹 (𝗘𝗦𝗗𝗠) 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗦𝘂𝗹𝗮𝘄𝗲𝘀𝗶 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh 𝗗𝗶𝗿𝗲𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗨𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗣𝗧 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗦𝘂𝗹𝘂𝘁 𝗠𝗮𝗷𝘂 (𝗠𝗦𝗠), 𝗗𝗮𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗹𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗕𝗮𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗦𝘂𝗹𝘂𝘁 𝗥𝗲𝘆𝗻𝗮𝗹𝗱𝗼 𝗪𝗮𝗹𝘂𝗷𝗮𝗻.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menghadirkan tata kelola pertambangan yang lebih adil dan berpihak pada masyarakat, khususnya penambang rakyat.
[ 𝓞𝓴𝓽𝓪𝓿𝓲𝓪𝓷𝓾𝓼.𝓗. ]







