
MANADO, SULAWESI UTARA, Mediacenterinfo.com — 𝗗𝗶 𝘁𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝘀𝗶𝘁𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗽𝗮𝘀𝗰𝗮𝗴𝗲𝗺𝗽𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗺𝗮𝗴𝗻𝗶𝘁𝘂𝗱𝗼 𝟳,𝟲 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗶𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗺𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗿𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗴𝗲𝗺𝗽𝗮 𝘀𝘂𝘀𝘂𝗹𝗮𝗻, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗦𝘂𝗹𝗮𝘄𝗲𝘀𝗶 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮, 𝗠𝗮𝘆𝗷𝗲𝗻 (𝗣𝘂𝗿𝗻) 𝗬𝘂𝗹𝗶𝘂𝘀 𝗦𝗲𝗹𝘃𝗮𝗻𝘂𝘀 𝗞𝗼𝗺𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴, 𝗦.𝗘., 𝘁𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝘀𝗶𝗸𝗮𝗽 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀: 𝗱𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗯𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗱𝗶𝗽𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗿𝗮𝘀𝗮 𝘁𝗮𝗸𝘂𝘁.
Momentum Paskah 2026 tidak dibiarkan berlalu sebagai seremoni keagamaan semata. Gubernur YSK menggunakannya sebagai panggung kepemimpinan untuk menegaskan arah bahwa kebangkitan harus hadir dalam tindakan nyata: ketangguhan, kesiapsiagaan, dan solidaritas sosial.
“Ini bukan sekadar peristiwa iman, tetapi momentum untuk memastikan kita bangkit sebagai masyarakat yang lebih kuat dan siap menghadapi setiap tantangan,” tegasnya.
Di saat sebagian daerah cenderung reaktif dalam menghadapi bencana, pendekatan yang ditunjukkan Gubernur YSK justru terukur dan terkendali menenangkan publik tanpa mengabaikan urgensi kesiapsiagaan.
𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗦𝘂𝗹𝗮𝘄𝗲𝘀𝗶 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗸𝗼𝗻𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝗶𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗸𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝘁𝗮𝘀. 𝗘𝗱𝘂𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸, 𝗱𝗶𝘀𝗶𝗽𝗹𝗶𝗻 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶, 𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗸𝗲𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗹𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗳𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗱𝗶𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻.
Dalam situasi seperti ini, arah kepemimpinan menjadi faktor penentu. Dan Gubernur YSK memilih untuk berdiri di titik itu mengendalikan keadaan, bukan dikendalikan oleh keadaan.
Ia juga kembali menegaskan bahwa kekuatan utama Sulawesi Utara bukan hanya pada infrastruktur, tetapi pada nilai sosial yang hidup di masyarakat dengan slogan 𝗧𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗺𝘂𝗮 𝗕𝗮𝘀𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮, 𝗠𝗮𝗽𝗮𝗹𝘂𝘀, 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗶𝘁𝗼𝘂 𝗧𝗶𝗺𝗼𝘂 𝗧𝘂𝗺𝗼𝘂 𝗧𝗼𝘂.
Nilai-nilai tersebut menjadi energi kolektif yang menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan bencana.
Paskah, dalam konteks ini, dimaknai lebih luas—sebagai momentum konsolidasi daerah: memperkuat iman, merapatkan barisan sosial, dan memastikan arah pembangunan tetap berjalan.
Sumber resmi Pemprov Sulut Merilis Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi tegas:
Sulawesi Utara tidak berhenti karena bencana. Di bawah kepemimpinan Gubernur YSK, daerah ini diarahkan untuk tetap bergerak, menjaga stabilitas, dan bangkit dengan kekuatan yang lebih besar.
Di tengah ketidakpastian, pemerintah hadir. Di tengah kecemasan, arah tetap dijaga. Dan kepada masyarakat, satu pesan disampaikan dengan jelas: jangan takut kita hadapi ini bersama.
[ 𝓞𝓴𝓽𝓪𝓿𝓲𝓪𝓷𝓾𝓼.𝓗. ]







