MANADO, SULAWESI UTARA, Mci.com – 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗮𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 (𝗣𝗪𝗜) 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗦𝘂𝗹𝗮𝘄𝗲𝘀𝗶 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗸𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂, 𝗯𝗲𝗿𝗻𝗮𝗺𝗮 𝗦𝗶𝗻𝘁𝘆𝗮 𝗡𝗶𝗱𝘆𝗮 𝗖𝗵𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝗻 𝗕𝗼𝗷𝗼𝗵, 𝘀𝗼𝘀𝗼𝗸 𝗦𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻𝗱𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗠𝗶𝗻𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗸𝗶𝗿 𝘀𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗽𝗶𝗹𝗶𝗵 sebagai Ketua 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗼𝗻𝗳𝗲𝗿𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗣𝗪𝗜 𝗦𝘂𝗹𝘂𝘁, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗴𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗔𝘂𝗹𝗮 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗼𝘁 𝗠𝗮𝗻𝗮𝗱𝗼, 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘀𝗮 (𝟯𝟭/𝟬𝟯/𝟮𝟬𝟮𝟲).
Dalam pemilihan tersebut, Sintya NC Bojoh meraih 149 suara, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Merson Simbolon dengan 109 suara dan John Paransi yang hanya memperoleh 4 suara.
Dari total 265 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) PWI Pusat, dua suara dinyatakan tidak sah.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil kontestasi, tetapi menjadi tonggak penting dalam sejarah organisasi PWI tertua di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.
𝗕𝗲𝘀𝘁 𝗼𝗳 𝘁𝗵𝗲 𝗯𝗲𝘀𝘁, 𝗰𝗮𝗽𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗶𝗻𝗱𝗶𝘃𝗶𝗱𝘂 𝗦𝗶𝗻𝘁𝘆𝗮 𝗡𝗖 𝗕𝗼𝗷𝗼𝗵, 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗿𝗲𝗸𝗮𝗺 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮,𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗺𝗲𝗱𝗶𝗮, 𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗿𝗲𝗽𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗩𝟱 𝗗𝗶𝗺𝗲𝗻𝘀𝗶 (𝟮𝟬𝟭𝟭), 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗮𝘀 𝗧𝗩 (𝟮𝟬𝟭𝟴), 𝗦𝗖𝗧𝗩 (𝟮𝟬𝟭𝟵), 𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗮𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗶 𝗺𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗷𝗮𝗸 𝟮𝟬𝟭𝟵 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗶𝗻𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗶𝘀𝘂 𝗴𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗱𝗶𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗣𝗪𝗜 𝗦𝘂𝗹𝗮𝘄𝗲𝘀𝗶 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮, 𝗸𝗲𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗸𝗲𝗱𝗲𝗽𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮.
Pada konferensi yang sama tersebut, 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗻 𝗟𝗮𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗶𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗲𝘄𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗵𝗼𝗿𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗪𝗜 𝗦𝘂𝗹𝘂𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗼𝗱𝗲 𝟮𝟬𝟮𝟲–𝟮𝟬𝟯𝟭, memperkuat struktur organisasi dalam menjaga etika dan profesionalisme wartawan yang ada di bumi nyiur melambai tercinta.
Pantauan awak Mediacenterinfo.com, ramai berbagai postingan di media sosial Facebook Wartawan Sulut yang memberi ucapan selamat atas terpilihnya Sintya NC Bojoh sebagai Ketua PWI Sulut periode 2026 – 2031, diharapkan akan segera menyelesaikan berbagai persoalan keanggotaan selain peningkatan kualitas wartawan, sesuai visi misi yang pernah beliau sampaikan saat maju dalam kontestasi PWI Sulut, “kalau saya terpilih nanti, saya akan menjadi layaknya ibu bagi semua insan pers anggota PWI di daerah ini. Ibu yang menganyomi, menjaga, membesarkan dan memperjuangkan hak-hak anak-anaknya”, selain itu, Sintya NC Bojoh juga bertekad menjaga marwah organisasi dan kepentingan insan pers di Sulut yang masih terabaikan.
[ 𝓞𝓴𝓽𝓪𝓿𝓲𝓪𝓷𝓾𝓼.𝓗. ]







